Aksi Tunggal Mahasiswa UIN Sumut Tolak Kenaikan BBM, FPDI-P Beri Apresiasi

Mahasiswa
Irwandi Pratama Sembiring, mahasiswa UIN Sumut melakukan aksi solo menolak kenaikan harga BBM, Kamis (15/4) di gedung Paripurna DPRD Sumut.

Asaberita.com, Medan – Teriakan tolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan menyebut Edy Rahmayadi sebagai Gubernur Sumut tidak bermartabat, dilontarkan dengan nyaring dari aksi tunggal Irwandi Pratama Sembiring, mahasiswa UIN Sumut dari lantai II Aula Paripurna DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol.

Teriakan ‘Hidup Mahasiswa’, ‘Turunkan Harga BBM’, ‘Gubernur Sumut tak Bermartabat’, disuarakan Irwandi dengan lantang menyela pidato Gubernur Edy dalam Rapat Paripurna HUT ke-73 Provinsi Sumatera Utara, pada Kamis (15/4/2021).

Saat Irwandi diamankan sejumlah petugas dan dibawa keluar dari Gedung Paripurna, ia terus berteriak turunkan harga BBM dan Gubernur Sumut tak bermartabat karena telah mengeluarkan kebijakan yang membuat harga BBM naik di Sumut.

Merespon peristiwa itu, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut, Mangapul Purba, menyatakan bahwa aksi tunggal mahasiswa UIN Sumut merupakan suara hati rakyat Sumatera Utara.

BACA JUGA :  Kasus COVID-19 di Indonesia Bertambah Jadi 450 Positif, 38 Meninggal

Fraksi PDI Perjuangan mengatakan, seluruh pihak sudah sepantasnya memberi dukungan dan apresiasi kepada mahasiswa tersebut atas keberanian dan militansinya dalam menyuarakan aspirasi rakyat Sumut.

“Sejak Pergubsu No. 1 Tahun 2021 tentang perubahan tarif Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) diterbitkan oleh Gubernur Sumut, Fraksi PDI Perjuangan telah mendesak agar gubernur mencabut Pergubsu tersebut karena berdampak pada kenaikan harga BBM, tetapi saudara Edy Rahmayadi tidak peka, sehingga tidak mau mendengar aspirasi dari rakyat,” ujar Mangapul.

Mangapul Purba yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut mengatakan, apa yang disampaikan Irwandi Pratama Sembiring, mahasiswa UIN Sumut adalah benar.

Di tengah kesulitan masyarakat akibat dampak pandemi Covid-19 dan memasuki bulan Suci Ramadhan, kebijakan Edy Rahmayadi sebagai gubernur dengan menaikkan PBBKB yang berkonsekwensi kenaikkan harga BBM, adalah sebuah kebijakan yang tidak bermartabat.

BACA JUGA :  Penghujung Ramadhan, DPD PDI-P Sumut Adakan Silaturrahmi dengan Wartawan

“Akibat pandemi Covid-19 banyak masyarakat yang menjadi sulit untuk mencari nafkah, apalagi sekarang memasuki bulan suci Ramadhan, seharusnya gebernur peka terhadap hal ini. Makanya benar apa yang dikatakan Irwandi Pratama bahwa Edy Rahmayadi tidak lagi bermartabat. Entah apa pertimbangan gubernur sehingga ia tetap mempertahankan kebijakan tak populis itu,” imbuh Mangapul.

Mengapul kembali menegaskan bahwa sebaiknya Edy Rahmayadi peka dan peduli kepada rakyat Sumut dengan segera mencabut Pergubsu No 1 Tahun 2021.

Fraksi PDI Perjuangan mendukung sepenuhnya setiap gerakan mahasiswa dan rakyat yang menolak kenaikan harga BBM akibat kebijakan Gubernur Sumut yang tidak bermartabat tersebut.

696 total views, 6 views today

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *