Scroll untuk baca artikel
#
OrganisasiPeristiwaSumatera Utara

Pendopo Nusantara Mandiri Akan Himpun dan Kukuhkan 88 Ormas di Sumut Dukung Indonesia Emas

×

Pendopo Nusantara Mandiri Akan Himpun dan Kukuhkan 88 Ormas di Sumut Dukung Indonesia Emas

Sebarkan artikel ini
Deklarasi Pendopo Nusantara Mandiri
Pendopo Nusantara Mandiri Akan Himpun dan Kukuhkan 88 Ormas di Sumut Dukung Indonesia Emas

MEDAN — Pendopo Nusantara Mandiri (PNM) akan menghimpun dan mengukuhkan 88 organisasi kemasyarakatan (ormas) di Sumatera Utara sebagai bagian dari upaya memperkuat dukungan masyarakat terhadap program Indonesia Emas di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

PNM yang hadir sebagai wadah dan rumah besar bagi seluruh anak bangsa diharapkan menjadi ruang bersama untuk membangun sinergi, pemberdayaan, serta kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara.

Hal itu disampaikan Ketua Umum PNM, Drs. H. Rahudman Harahap, MM, saat menggelar deklarasi dan konferensi pers Perkumpulan Pendopo Nusantara Mandiri di Pendopo Club, Kompleks Tasbi, Medan, Rabu (19/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Rahudman didampingi sejumlah pengurus PNM, di antaranya Wakil Ketua Zakaria Rambe, SH, Sekretaris Rusdi Sinuraya, Wakil Sekretaris Parlihutan Hasibuan, Bendahara Budi Harahap, serta sejumlah pengurus lainnya.

Rahudman mengatakan, PNM mendapat mandat dari Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas), organisasi yang disebut berada di bawah binaan Hashim Djojohadikusumo, untuk mempersiapkan pengukuhan 88 ormas di Sumatera Utara.

Menurut dia, kegiatan pengukuhan tersebut direncanakan berlangsung pada Oktober 2026 di Kota Medan, bertepatan dengan rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Formas ke-2.

“Sebagai pemegang mandat Formas di Sumatera Utara, kami akan menghimpun 88 ormas untuk kemudian dikukuhkan dan berhimpun dalam Forum Masyarakat Indonesia Emas,” ujar Rahudman.

BACA JUGA :  AMPI Binjai Tembus Gang Sempit, Salurkan Bantuan Tunai dan Alat Medis untuk Pasutri Lumpuh

Ia menegaskan, ormas yang akan dihimpun harus memiliki independensi dan tidak berafiliasi dengan partai politik tertentu.

Rahudman berharap keberadaan ormas-ormas tersebut nantinya dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung dan mengawal berbagai program strategis nasional.

“Nantinya, ormas-ormas yang dihimpun ini juga akan dijadikan mitra strategis pemerintah untuk turut serta mengawal berbagai Program Strategis Nasional, demi terciptanya Indonesia Emas yang makmur, mandiri dan berdaulat,” katanya.

PNM Jadi Rumah Besar Anak Bangsa

Rahudman menjelaskan, Pendopo Nusantara Mandiri merupakan organisasi resmi yang telah berbadan hukum berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor AHU-0004866.AH.01.07.TAHUN 2026 tertanggal 24 Juni 2026.

Menurutnya, nama Pendopo Nusantara Mandiri memiliki filosofi yang menggambarkan semangat kebersamaan dan cita-cita membangun kemandirian bangsa.

“PNM lahir dari semangat kebersamaan. Pendopo memiliki makna rumah besar Nusantara. Sedangkan Nusantara Mandiri merupakan cita-cita kita untuk membangun kemandirian dari Sabang sampai Merauke,” ungkapnya.

Rahudman menambahkan, PNM terbuka bagi seluruh elemen masyarakat dan tidak membatasi latar belakang suku, agama, profesi maupun kelompok sosial.

“PNM merupakan ormas yang terbuka dan menjadi rumah besar bagi seluruh anak bangsa untuk bersinergi, berdaya, dan berkontribusi bagi Indonesia yang maju,” katanya.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, PNM memiliki sejumlah misi, antara lain mempererat silaturahmi dan persaudaraan lintas suku, agama dan profesi; memberdayakan pelaku UMKM, pemuda dan masyarakat melalui berbagai program nyata; serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan dan pelestarian budaya Nusantara.

BACA JUGA :  Soroti Metamorfosis Mafia Tanah, Menteri Nusron: Jangan Sampai Terlibat

Rahudman menegaskan, PNM tidak ingin berjalan sendiri. Karena itu, pihaknya mengajak pemerintah, dunia usaha, masyarakat sipil dan media untuk membangun kolaborasi dalam berbagai bidang.

“PNM tidak akan berjalan sendiri. Kami mengajak seluruh elemen bangsa, pemerintah, swasta dan media untuk bersama-sama. Deklarasi ini bukan akhir, tetapi awal dari kerja-kerja nyata kita untuk negeri,” tegasnya.

Ia menambahkan, momentum 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia harus menjadi energi untuk memperkuat semangat kebangsaan melalui karya dan kontribusi nyata.

“Di usia RI ke-81 ini, semangat kemerdekaan harus kita isi dengan karya. Itulah semangat PNM: mandiri, gotong royong dan berdampak,” pungkas Rahudman.

(ABN)

Tinggalkan Balasan