Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Berita

BPIP RI Gelar Seminar Nasional Relawan Pancasila di UMSU

badge-check

Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd (tengah) diabadikan bersama narasumber Seminar Nasional bertajuk "Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila kepada Masyarakat" di Auditorium Kampus UMSU, Jalan Muchtar Basri No. 3 Medan, Rabu (4/8/2026).
Perbesar

Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd (tengah) diabadikan bersama narasumber Seminar Nasional bertajuk "Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila kepada Masyarakat" di Auditorium Kampus UMSU, Jalan Muchtar Basri No. 3 Medan, Rabu (4/8/2026).

MEDAN – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar Seminar Nasional bertajuk “Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila kepada Masyarakat” di Auditorium Kampus UMSU, Jalan Muchtar Basri No. 3 Medan, Rabu (4/8/2026).

Kegiatan dibuka Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd. Seminar menghadirkan Analis Kebijakan Ahli Madya BPIP RI Galuh Ibrahim, S.E., M.M., Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Dr. H. Sugiat Santoso, S.E., M.S.P., serta akademisi UMSU Dr. Sahran Saputra, S.Sos., M.Sos., Dr. Faizal Hamzah Lubis, S.Sos., M.I.Kom., dan Riswanda Imawan, S.I.P., M.H.I.

Dalam sambutannya, Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim menegaskan bahwa Muhammadiyah memandang Pancasila sebagai Darul Ahdi wa Syahadah, yakni konsensus kebangsaan yang mempersatukan nilai keislaman dan keindonesiaan.

“Bagi Muhammadiyah, Pancasila bukan sesuatu yang perlu dipertentangkan dengan ajaran Islam. Pancasila merupakan titik temu antara nilai keindonesiaan dan keislaman, sehingga mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang mencintai bangsa,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan Relawan Pancasila sangat dibutuhkan untuk mengawal perubahan sekaligus menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan zaman.

“Jadikan kesempatan ini untuk memperkuat komitmen terhadap Pancasila. NKRI adalah harga mati karena Pancasila menjadi fondasi yang mempersatukan bangsa,” katanya.

Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Madya BPIP RI Galuh Ibrahim menekankan pentingnya kolaborasi antara BPIP dan perguruan tinggi dalam memperkuat ketahanan ideologi generasi muda.

Ia mengatakan pembentukan Posko Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di UMSU diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Menurut Galuh, Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata sebagai benteng menghadapi berbagai tantangan seperti hoaks, judi online, dan penyalahgunaan narkoba.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Dr. H. Sugiat Santoso mengapresiasi UMSU sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Sumatera Utara yang terus berkontribusi dalam membangun karakter kebangsaan.

Ia menilai perguruan tinggi melalui pelaksanaan Tri Dharma memiliki peran strategis dalam memperkuat kesadaran hukum dan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.

“Kita harus memastikan kekuatan ideologi bangsa tetap kokoh untuk menghadapi berbagai ancaman dan gangguan terhadap negara,” ujarnya.

Seminar juga dirangkai dengan talkshow hukum yang menghadirkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Utara Ignatius Mangantar Tua Silalahi, S.H., M.H. Dalam paparannya, ia mendorong mahasiswa mendaftarkan hak cipta skripsi sebelum ujian sebagai upaya melindungi kekayaan intelektual dan menjaga orisinalitas karya ilmiah.

Selain itu, Ignatius menyatakan kesiapan pihaknya mengintegrasikan mahasiswa KKN maupun PPL UMSU sebagai paralegal desa untuk memperkuat layanan bantuan hukum di masyarakat.

Diskusi panel kemudian menghadirkan Galuh Ibrahim, Riswanda Imawan, Dr. Sahran Saputra, dan Dr. Faizal Hamzah Lubis.

Galuh memaparkan strategi memperkuat jaringan budaya Pancasila agar nilai-nilainya tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.
Riswanda Imawan mengangkat konsep “Pancasila 4.0” bagi Generasi Z dengan menekankan pentingnya integritas dan keadilan dalam memanfaatkan teknologi digital.

Sementara itu, Dr. Sahran Saputra membahas tantangan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) yang harus diimbangi kecerdasan moral, etika, dan transparansi akademik agar tidak menggerus budaya membaca, menulis, serta integritas ilmiah mahasiswa.

Adapun Dr. Faizal Hamzah Lubis menyoroti pentingnya etika bermedia sosial dan kemampuan berpikir kritis agar masyarakat, khususnya generasi muda, terhindar dari pelanggaran hukum di ruang digital.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Utara Ignatius Mangantar Tua Silalahi, Dekan FISIP UMSU Assoc. Prof. Dr. Arifin Saleh, S.Sos., M.SP., para wakil dekan, pimpinan program studi FISIP UMSU, perwakilan KPU Kota Medan, serta ratusan mahasiswa. (ABN/dan)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

UMSU Wisuda 2.657 Lulusan, Menteri LH Dorong Alumni Berdampak bagi Masyarakat

27 Okt 2026 - 19:41 WIB

UMSU Wisuda 2.657 Lulusan, Menteri LH Dorong Alumni Berdampak bagi Masyarakat

USU Raih Mandaya Awards 2026 Berkat Pengembangan Agrowisata Taman Seribu Bunga

27 Okt 2026 - 15:10 WIB

USU Raih Mandaya Awards 2026 Berkat Pengembangan Agrowisata Taman Seribu Bunga

Medan Polonia Juara Football Cup 2026, Taklukkan Medan Sunggal Lewat Adu Penalti

26 Okt 2026 - 19:33 WIB

Medan Polonia Juara Football Cup 2026, Taklukkan Medan Sunggal Lewat Adu Penalti

Reza Surya Mardhika Dilantik Jadi Kasi PAPBB Kejari Paluta

26 Okt 2026 - 19:23 WIB

Reza Surya Mardhika Dilantik Jadi Kasi PAPBB Kejari Paluta

Rektor UMSU Tantang 29 Lulusan STIKes Indah Medan Berkarier di Jepang

26 Okt 2026 - 14:17 WIB

Rektor UMSU Tantang 29 Lulusan STIKes Indah Medan Berkarier di Jepang
Sedang Hot Berita