MEDAN – Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) membuka peluang bagi lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Indah Medan untuk meniti karier di luar negeri, khususnya Jepang. Selain menyiapkan program pelatihan bahasa Jepang, UMSU juga berupaya menyediakan beasiswa bagi mahasiswa sebagai bagian dari pengembangan pendidikan kesehatan pascaakuisisi STIKes Indah.
Komitmen tersebut disampaikan Rektor UMSU yang juga Ketua STIKes Indah Medan, Prof. Dr. Akrim, M.Pd., saat mewisuda 29 lulusan STIKes Indah di Auditorium Kampus UMSU, Jalan Muchtar Basri No. 3, Medan, Senin (26/10/2026).
Sebanyak 29 lulusan yang diwisuda terdiri atas 16 lulusan Program Studi S1 Farmasi dan 13 lulusan Program Studi DIII Kebidanan. Berdasarkan pengumuman hasil uji kompetensi, seluruh peserta dinyatakan lulus dengan tingkat kelulusan mencapai 100 persen.
Dalam sambutannya, Akrim menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan sekaligus menegaskan bahwa mereka kini menjadi bagian dari keluarga besar UMSU seiring dengan diakuisisinya STIKes Indah Medan.
“Walaupun ijazah yang diterima hari ini berasal dari STIKes Indah Medan, para wisudawan dan wisudawati sudah menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara,” ujarnya.
Akrim kemudian mendorong para lulusan agar tidak membatasi pilihan karier hanya di dalam negeri. Menurutnya, peluang bekerja di luar negeri, terutama Jepang, dapat menjadi alternatif bagi lulusan kesehatan untuk mengembangkan kompetensi sekaligus memperluas pengalaman profesional.
UMSU, katanya, siap memfasilitasi lulusan yang berminat mengikuti program persiapan kerja internasional, termasuk melalui pelatihan bahasa Jepang sebagai bekal berkomunikasi di lingkungan kerja.
“Kami memberikan tantangan kepada 29 lulusan hari ini. Siapa yang ingin bekerja di luar negeri, kami siap menyiapkan tempatnya,” kata Akrim.
Ia bahkan menyatakan, pelatihan dapat segera dipersiapkan apabila para lulusan menyatakan kesediaan mengikuti program tersebut.
“Kalau 29 lulusan ini setelah wisuda menyatakan bersedia mengikuti pelatihan, kami akan segera menyiapkan pelatihan bahasa Jepang,” ujarnya.
Akrim berharap para lulusan dan keluarga dapat mempertimbangkan peluang tersebut sebagai salah satu jalan untuk membangun masa depan. Semangat itu dirangkum UMSU dalam tagline, “Kuliah di UMSU, Bekerja di Luar Negeri.”
Selain membuka peluang kerja internasional, UMSU juga menyiapkan sejumlah agenda pengembangan STIKes Indah Medan. Salah satunya mengupayakan peningkatan Program Studi DIII Kebidanan menjadi program sarjana dalam tiga tahun ke depan.
“Insyaallah, pada 2029, Program Studi DIII Kebidanan akan diupayakan untuk ditingkatkan menjadi program sarjana,” ungkapnya.
UMSU juga akan mengupayakan dukungan beasiswa bagi mahasiswa Program Studi DIII guna memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan.
Dari sisi kelembagaan dan fasilitas, STIKes Indah Medan direncanakan menjadi bagian dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UMSU. Renovasi gedung kampus turut direncanakan agar sarana pendidikan semakin modern dan mampu menunjang kegiatan akademik.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Sumatera Utara, Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, M.A., Ph.D., yang turut hadir dalam wisuda tersebut, mengapresiasi kelulusan para mahasiswa. Ia berharap lulusan Farmasi dan Kebidanan mampu menjadi tenaga kesehatan yang kompeten dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Kami merasa bangga karena terdapat lulusan DIII Kebidanan dan S1 Farmasi. Kalian merupakan tenaga kesehatan yang diharapkan dapat diandalkan oleh bangsa dan negara,” ujarnya.
Saiful juga berharap pengembangan STIKes Indah bersama UMSU dapat mendorong peningkatan mutu pendidikan, memperluas kesempatan belajar, dan meningkatkan jumlah mahasiswa di bidang kesehatan.
Terkait peluang kerja di Jepang, ia mengingatkan pentingnya penguasaan bahasa negara tujuan agar para lulusan mampu berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari maupun di lingkungan kerja. Menurutnya, kesempatan tersebut dapat diwujudkan melalui persiapan, kerja sama, dan peningkatan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan.
Sementara itu, Sekretaris STIKes Indah Medan UMSU, Andilala, S.Kep., Ns., M.K.M., mengatakan bahwa selama beroperasi, STIKes Indah Medan telah menghasilkan ribuan lulusan yang bekerja di berbagai instansi pemerintah dan swasta. Sejumlah alumninya bahkan telah berkarier di luar negeri, termasuk Jepang dan Uni Emirat Arab.
Ia berpesan agar para lulusan dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh selama pendidikan dan mengambil peran dalam menjawab berbagai persoalan di tengah masyarakat.
“Jadilah bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa, bukan bagian dari masalah,” pesannya.
Mewakili wisudawan, Maysaroh, A.Md.Keb., menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan. Ia mengakui perjalanan perkuliahan diwarnai berbagai tantangan, mulai dari penyelesaian tugas akademik hingga praktik klinis.
Maysaroh berharap sinergi STIKes Indah Medan dan UMSU semakin memperkuat pengembangan institusi, terutama dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan.
Ia juga berharap STIKes Indah terus berkembang dan melahirkan tenaga kesehatan yang kompeten, profesional, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pada kesempatan itu, penghargaan diberikan kepada para lulusan terbaik dari kedua program studi.
Untuk S1 Farmasi, predikat terbaik pertama diraih Wafa Atika dengan IPK 3,81, disusul Jarmani Agustina dengan IPK 3,73 sebagai terbaik kedua, dan Salmi dengan IPK 3,72 sebagai terbaik ketiga.
Sementara itu, dari Program Studi DIII Kebidanan, Tri Ade Amelia dan Lili Nurandini masing-masing meraih IPK 3,68, dengan predikat terbaik pertama dan kedua. Posisi terbaik ketiga diraih Maysaroh dengan IPK 3,63.
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua BPH UMSU Prof. Dr. Agussani, M.AP.; Ketua Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia (AIPKIND) Sumut Rinawati Sembiring, S.Si.T., M.Kes.; Ketua Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Sumut Betty Mangkuji, S.ST., M.Keb.; Tim Pusat Pelatihan Klinik Sekunder (P2KS) Sumut Bidan Dinaria Girsang, M.Psi.; Pengurus IBI Kota Medan Juliani, S.ST., MARS; Ketua Yayasan Tunas Cita Mandiri dr. Ferry Adibrata; Ketua Program Studi S1 Farmasi, Apoteker Yurike Elanda, S.Farm., M.Farm.; Ketua Program Studi DIII Kebidanan Pebrianawati Saragih, S.ST., M.Kes.; para sekretaris program studi; serta orang tua wisudawan. (ABN/dan)























