MEDAN – Sastra, bahasa, dan budaya Batak akan mendapat ruang lebih luas untuk dikenal di tingkat nasional hingga internasional melalui Lake Toba Writers Festival (LTWF) 2026. Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan (Unimed) dipercaya menjadi tuan rumah festival tersebut melalui kolaborasi dengan PT IndonesiaWISE.
Kepercayaan itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Dekan FBS Unimed, Prof. Dr. Zulkifli, M.Sn., dan Pendiri sekaligus CEO PT IndonesiaWISE, Amol Titus, pada 20 Agustus 2026.
Penandatanganan tersebut disaksikan jajaran pimpinan FBS Unimed, termasuk para wakil dekan, faculty ambassador, ketua jurusan, dan ketua program studi. Sebanyak 20 mahasiswa FBS Unimed juga dilibatkan untuk mendukung pelaksanaan festival.
Bagi FBS Unimed, kerja sama ini bukan sekadar keterlibatan dalam penyelenggaraan festival, melainkan juga kesempatan mempertemukan dunia akademik dengan praktik sastra, seni, dan industri kreatif. Mahasiswa akan memperoleh pengalaman langsung dalam mendukung kegiatan berskala nasional dan internasional sekaligus berinteraksi dengan penulis, penyair, seniman, akademisi, dan pegiat budaya.
Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut kunjungan Amol Titus bersama tim PT IndonesiaWISE ke FBS Unimed pada 25 Juni 2026. Pertemuan itu turut dihadiri Direktur Toba Kaldera, Dr. Azizul, Sekretaris Toba Kaldera, Debbye Panjaitan, beserta tim.
Pertemuan tersebut membuka jalan bagi sinergi perguruan tinggi, penyelenggara festival, dan pemangku kepentingan pariwisata untuk mengembangkan potensi sastra, budaya, dan kreativitas di kawasan Danau Toba.
Lake Toba Writers Festival merupakan festival sastra dan budaya yang mempertemukan penulis, penyair, pembaca, seniman, akademisi, mahasiswa, media, serta berbagai komunitas dan pemangku kepentingan. Salah satu keunikan festival ini adalah penggunaan tiga bahasa, yakni bahasa Inggris, bahasa Indonesia, dan bahasa Batak.
Konsep tribahasa tersebut menjadi ruang perjumpaan lintas budaya sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan sastra dan tradisi Batak kepada khalayak yang lebih luas. Melalui pertemuan penulis dan pegiat budaya dari berbagai latar belakang, festival ini diharapkan mendorong pertukaran gagasan serta memperkuat apresiasi terhadap keberagaman bahasa dan kebudayaan.
Tak hanya berfokus pada sastra dan kepenulisan, LTWF juga membawa misi memperkenalkan potensi budaya lokal dan mendukung pariwisata berkelanjutan. Musik, tari, kuliner, tekstil, kerajinan, dan teater menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat Toba yang dapat diperkenalkan melalui kegiatan tersebut.
Dengan pendekatan itu, festival diharapkan tidak hanya menjadi ruang ekspresi bagi penulis dan seniman, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas serta memperluas promosi produk dan potensi ekonomi kreatif lokal.
Dari sisi pendidikan, keterlibatan mahasiswa dan dosen menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan LTWF 2026. Kehadiran penulis, penyair, dan pakar budaya memberikan peluang bagi sivitas akademika untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan sastra, industri kreatif, serta komunikasi lintas budaya.
Bagi mahasiswa FBS Unimed, pengalaman terlibat langsung dalam festival juga dapat menjadi ruang pembelajaran di luar kelas. Mereka tidak hanya berpartisipasi dalam kegiatan, tetapi juga berkesempatan mengembangkan kemampuan komunikasi, membangun jejaring, dan memahami pengelolaan acara yang melibatkan berbagai pihak.
Rangkaian Lake Toba Writers Festival 2026 dijadwalkan dimulai pada 9 September 2026 di Aula FBS Unimed, Medan. Selanjutnya, kegiatan akan berlanjut di Sibisa, Kabupaten Toba, pada 11–12 September 2026.
Penyelenggaraan festival ini disebut mendapat dukungan dari sejumlah pemangku kepentingan pemerintah, termasuk kementerian yang membidangi kebudayaan, pariwisata, dan pendidikan serta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Melalui kolaborasi dengan PT IndonesiaWISE dan para mitra, FBS Unimed diharapkan dapat memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengembangan bahasa, sastra, seni, dan budaya. Lebih dari itu, festival ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Sumatera Utara, khususnya kawasan Danau Toba, kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus menumbuhkan minat menulis di kalangan generasi muda. (ABN/dan)






















Komentar ditutup.