ASAHAN – Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCR-PM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Asahan menerima reward (penghargaan) berupa satu unit laptop setelah dinobatkan sebagai daerah terbaik dalam pengisian Aplikasi Sistem Informasi Cabang, Ranting, dan Masjid Muhammadiyah (SICARA) melalui laman lpcr.or.id.
Penghargaan tersebut diberikan atas komitmen dan konsistensi LPCRPM PDM Asahan dalam melengkapi data cabang, ranting, masjid, serta berbagai informasi organisasi Muhammadiyah secara tertib, akurat, dan terintegrasi.
Satu unit laptop yang diberikan merupakan bantuan sekaligus bentuk apresiasi dari tokoh masyarakat dan anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Dr. Aripay Tambunan, MM. Penghargaan diserahkan secara simbolis oleh Wakil Ketua sekaligus Koordinator Bidang LPCRPM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Utara, Prof. Dr. Hasrat Efendi Samosir MA kepada Ketua PDM Asahan, Drs. Mohammad Akhiar MA.
Penyerahan penghargaan berlangsung dalam rangkaian Rapat Kerja II LPCRPM PWM Sumatera Utara di Kampus Universitas Muhammadiyah Asahan (UMMAS), Minggu 0 Selasa, (14-16/2026).
Prestasi tersebut menempatkan PDM Asahan sebagai salah satu daerah yang dinilai berhasil mengimplementasikan transformasi digital organisasi Muhammadiyah. Kesungguhan dalam melakukan pendataan melalui Aplikasi SICARA dinilai layak menjadi contoh bagi PDM lainnya di Sumatera Utara.
Aripay Tambunan, M.M mengatakan, kemajuan organisasi pada era modern sangat ditentukan oleh kualitas data dan kemampuan memanfaatkan teknologi informasi dalam tata kelola kelembagaan.
“Pada era digital, organisasi yang memiliki data lengkap dan akurat akan lebih mudah menyusun program, melakukan evaluasi, serta mengambil keputusan yang tepat. Saya mengapresiasi PDM Asahan yang telah menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung digitalisasi Muhammadiyah melalui pengisian aplikasi lpcr.or.id,” ujarnya.
Menurut Aripay, pemberian laptop tersebut tidak hanya dimaksudkan sebagai hadiah, tetapi juga sebagai dukungan terhadap peningkatan kapasitas dan efektivitas pengelolaan data organisasi di lingkungan PDM Asahan.
Ia berharap penghargaan itu menjadi motivasi bagi seluruh PDM di Sumatera Utara untuk meningkatkan kualitas pendataan. Dengan demikian, program pengembangan cabang, ranting, dan masjid Muhammadiyah dapat dirancang secara lebih terukur, efektif, dan berkelanjutan.
Data Akurat
Prof Dr. Hasrat Efendi Samosir MA menegaskan bahwa pencapaian PDM Asahan menunjukkan keseriusan daerah tersebut dalam mendukung program prioritas LPCRPM PWM Sumatera Utara dan LPCRPM Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Menurutnya, penguatan organisasi tidak hanya dilakukan melalui kegiatan dakwah, kaderisasi, dan pengembangan amal usaha. Pengelolaan data yang baik juga menjadi bagian penting karena menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan program kerja Persyarikatan.
“Data yang akurat merupakan modal utama dalam membangun organisasi yang kuat. Apa yang dilakukan PDM Asahan patut menjadi inspirasi bagi daerah lain agar semakin aktif melakukan pendataan cabang, ranting, dan masjid melalui sistem yang telah disediakan Persyarikatan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, data yang lengkap memungkinkan pimpinan Muhammadiyah memetakan kondisi organisasi secara objektif, termasuk mengetahui potensi, kebutuhan, tantangan, dan perkembangan cabang serta ranting di setiap daerah.
Karena itu, keberhasilan pengisian aplikasi tidak boleh hanya dipandang sebagai keberhasilan administratif. Lebih dari itu, pendataan merupakan bagian dari upaya membangun tata kelola Muhammadiyah yang modern, profesional, dan berbasis informasi.
Digitalisasi Bukan Wacana Saja
Ketua LPCRPM PWM Sumatera Utara, Prof. Dr. Anang Anas Azhar, M.A mengatakan Aplikasi SICARA melalui laman lpcr.or.id merupakan instrumen strategis dalam memperkuat basis organisasi Muhammadiyah.
Melalui aplikasi tersebut, data cabang, ranting, masjid, kegiatan organisasi, dan berbagai potensi Persyarikatan dapat terdokumentasi dengan baik. Data itu selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai landasan dalam melakukan pembinaan, pengembangan, dan evaluasi organisasi.
Menurut Prof. Anang, keberhasilan PDM Asahan membuktikan bahwa transformasi digital dalam Muhammadiyah bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan organisasi yang harus dijalankan secara serius dan berkelanjutan.
“Data adalah fondasi dalam perencanaan organisasi. Ketika data cabang, ranting, dan masjid tersedia secara lengkap dan akurat, program pengembangan dapat dirancang secara lebih tepat sasaran. PDM Asahan telah menunjukkan komitmen yang patut diapresiasi,” tegasnya.
Prof. Anang menambahkan, cabang dan ranting merupakan fondasi utama gerakan Muhammadiyah. Oleh sebab itu, keberadaan serta perkembangan cabang dan ranting harus dapat dipetakan melalui sistem pendataan yang tertib dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Penguatan cabang dan ranting harus dimulai dari data yang benar. Kita tidak dapat merancang program pembinaan yang tepat apabila tidak mengetahui kondisi riil cabang, ranting, dan masjid Muhammadiyah di lapangan,” katanya.
Ia berharap pencapaian PDM Asahan dapat memunculkan semangat berlomba dalam kebaikan di antara seluruh PDM se-Sumatera Utara, khususnya dalam membangun budaya organisasi yang tertib data, adaptif terhadap teknologi, dan berorientasi pada kemajuan Persyarikatan.
Hasil Kerja Kolektif Muhammadiyah Asahan
Ketua PDM Asahan, Drs. Mohammad Akhiar, MA menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh unsur Muhammadiyah di Kabupaten Asahan.
Ia menyebut keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran LPCR-PM PDM Asahan, pimpinan cabang, pimpinan ranting, pengelola masjid, serta seluruh pihak yang mendukung proses pendataan organisasi secara berkelanjutan.
“Penghargaan ini bukan hanya milik PDM Asahan, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh keluarga besar Muhammadiyah Asahan yang telah mendukung pendataan organisasi. Kami berharap prestasi ini dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan,” katanya.
Mohammad Akhiar menegaskan bahwa PDM Asahan akan terus memperkuat tata kelola organisasi berbasis digital. Pemanfaatan teknologi dinilai penting untuk memastikan Muhammadiyah mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar dan identitas Persyarikatan.
Penghargaan tersebut disambut antusias oleh peserta Rapat Kerja II yang berasal dari LPCRPM PDM se-Sumatera Utara. Para peserta menilai pemberian penghargaan kepada PDM Asahan menjadi bukti bahwa kerja administrasi, pendataan, dan pengelolaan informasi memiliki posisi strategis dalam mendukung kemajuan Muhammadiyah.
Penghargaan kepada PDM Asahan menjadi salah satu momentum penting dalam pelaksanaan Rapat Kerja II LPCRPM PWM Sumatera Utara. Penghargaan itu sekaligus menegaskan komitmen Muhammadiyah untuk terus bergerak maju melalui penguatan organisasi berbasis data, teknologi, serta tata kelola yang modern.
Melalui pencapaian tersebut, LPCRPM PWM Sumatera Utara berharap budaya kerja yang tertib, profesional, kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi semakin tumbuh di seluruh lingkungan Persyarikatan. Dengan data yang kuat dan sistem informasi yang terintegrasi, Muhammadiyah diharapkan semakin siap menghadapi tantangan zaman serta memberikan pelayanan terbaik kepada umat dan masyarakat. ** MSJ











