Scroll untuk baca artikel
#
Sumatera Utara

LPCRPM Muhammadiyah Sumut Konsolidasi Total di Sergai

×

LPCRPM Muhammadiyah Sumut Konsolidasi Total di Sergai

Sebarkan artikel ini
Teks Foto : LPCRPM Sumut melakukan konsolidasi total di PD Muhammadiyah Kabupaten Sergai, Sabtu (08/08/2026).

 

MEDAN – Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Utara, menggelar konsolidasi total bersama jajaran cabang dan ranting di lingkungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Serdang Bedagai.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai, Sei Rampah, Sabtu (8/8/2026) tersebut, difokuskan pada penguatan organisasi serta percepatan pemutakhiran data cabang dan ranting melalui aplikasi Sistem Informasi Cabang Ranting (SICARA).

Konsolidasi dihadiri langsung Ketua LPCRPM PWM Sumut Prof Dr Anang Anas Azhar MA dan Sekretaris LPCRPM PWM Sumut Partaonan Harahap ST MT. Rombongan diterima Sekretaris PDM Serdang Bedagai Syafruddin Effendi S.Pd dan anggota LPCRPM Serdang Bedagai, Ben Abdullah.

Kegiatan konsolidasi pengisisn data SICARA itu, diikuti sebanyak tujuh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) serta puluhan utusan cabang dan ranting. LPCRPM Sumut menekan pengisian data cabang dan ranting yang ada di Serdang Bedagai.

Ketua LPCRPM PWM Sumut Prof. Dr. Anang Anas Azhar mengatakan, konsolidasi terus digencarkan untuk memperkuat basis organisasi Muhammadiyah menjelang Muktamar Muhammadiyah 2027 di Medan, Sumatera Utara.

“Konsolidasi ini bertujuan memperkuat cabang, ranting, dan pembinaan masjid di seluruh Sumatera Utara. Kekuatan Muhammadiyah sangat ditentukan oleh aktif dan berkembangnya organisasi di tingkat akar rumput,” ujar Anang.

BACA JUGA :  Perkuat Sinergi di Bulan Ramadan, Wali Kota Binjai Hadiri Buka Puasa Bersama Kejari dan Forkopimda

Ia menjelaskan, saat ini terdapat 179 cabang Muhammadiyah yang tersebar di 27 PDM se-Sumatera Utara. Namun, baru 80 cabang atau sekitar 44,7 persen yang telah melengkapi data melalui SICARA.

Sementara itu, dari 619 ranting yang ada, baru 265 ranting atau sekitar 42,8 persen yang telah melakukan pengisian data. “Capaian pengisian data SICARA memang sudah berada di atas 40 persen, tetapi belum mencapai 60 persen. Karena itu, PDM, PCM, dan PRM harus bersatu dan berkomitmen mempercepat pengisian serta pembaruan data SICARA,” katanya.

Menurut Anang, pendataan yang lengkap diperlukan untuk memperoleh gambaran objektif mengenai kondisi organisasi sekaligus menjadi dasar dalam merancang program pengembangan cabang, ranting dan pembinaan masjid.

Dalam kesempatan tersebut, Anang juga membandingkan perkembangan ranting Muhammadiyah di Sumatera Utara dengan Jawa Tengah. Berdasarkan data tahun 2023, jumlah ranting Muhammadiyah di Jawa Tengah tercatat sekitar 2.600. Setelah dilakukan konsolidasi secara intensif, jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 4.600 ranting.

BACA JUGA :  LPCRPM  Muhammadiyah Dorong PDM Persiapkan CR Unggul di Sumut

“Dalam dua tahun terakhir terjadi penambahan sekitar 2.000 ranting di Jawa Tengah. Peningkatan ini luar biasa karena seluruh kader memiliki komitmen yang sama untuk membentuk dan mengembangkan ranting,” katanya.

Sebaliknya, pertumbuhan cabang dan ranting Muhammadiyah di Sumatera Utara dinilai masih berjalan lambat. Kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, belum meratanya komitmen organisasi, serta persoalan penataan dan pengembangan amal usaha ketika cabang atau ranting baru dibentuk.

“Kebekuan ini harus kita dobrak. Melalui konsolidasi ini, saya berharap PDM, PCM, dan PRM bergerak bersama memperkuat organisasi dan memperbanyak ranting Muhammadiyah di Sumatera Utara,” pungkas Anang.** MSJ

 

Tinggalkan Balasan