Cara Mendidik Anak Menurut Ajaran Islam

Siti Fatimah Nasution. (foto/msj)

Oleh : Siti Fatimah Nasution

 

Pada masa pandemi Covid-19 saat ini mengakibatkan semua kegiatan menjadi Daring. Seperti perkulihan yang dilaksanakan dan saat ini mahasiswa sedang melaksanakan KKN-DR setiap mahasiswa. Cara saya mengatasi kondisi ini adalah berpikir dengan baik saja bahwa kuliah online dan KKN-DR ini dilakukan untuk kebaikan kita bersama, kita harus tetap belajar biarpun dengan cara online.

Pendidikan Anak di dalam keluarga merupakan pendidikan anak yang paling utama dan bukan di bangku sekolah. Akan tetapi, tidak banyak yang mengetahui bagaimana ajaran Islam mengenai pendidikan anak, Khususnya berkenaan dengan cara memberikan pendidikan dalam level usia yang berbeda-beda. Oleh sebab itu perbedaan usia sangatlah mempengaruhi pada perbedaan pendekatan dalam melakukan pendidikan pada anak dalam keluarga sebagaimana tuntunan islam.

Dalam mendidik anak, orang tua mempunyai peran sangat penting dalam membentuk moral keperibadian anak, yaitu melalui pendidikan yang dipraktikkan melalui sikap perbuatan atau teladan dalam kehidupan sehari-hari. Adapun beberapa cara dalam mendidik anak menurut Islam sesuai ajaran Nabi dan juga Al-Qur’an, yaitu :

Memperdengarkan Al-Qur’an sejak lahir. Cara mendidik anak yang pertama sudah dimulai sejak dalam kandungan hingga lahir. Di saat hamil, ada baiknya memperbanyak mengaji, selain membawa ketenangan, tentunya berkah tersendiri. Kemudian setelah bayi telah lahir, sebaiknya setiap hari mendengarkan bacaan Al-Qur’an agar anak terbiasa dengan lantunan setiap ayat-ayat Al-Qur’an.

Mengajarkan dasar-dasar Islam pada anak. Dalam kitab Al-Amali dari Imam Al-Baqir dan Imam ash Shadiq, mengatakan bahwa tahap awal mengenalkan Allah SWT pada anak yaitu disaat anak usia 3 tahun. Pada umur 3 tahun ajarkan anak dengan kalimat Tauhid “Laila ha Illallah” sebanyak 7 kali. Kemudian disaat anak berumur 3 tahun 7 bulan, ajarkan anak kalimat “Muhammadar Rasulullah”.

Memberi contoh dan mengajarkan shalat pada anak sejak anak memasuki usia 2 tahun. Orang tua sudah harus membiasakan anak untuk mengambil wudhu dan mengikuti gerakan shalat, walaupun belum benar sama sekali dan jika anak sudah terbiasa melihat orangtuanya shalat dan meniru setiap gerakannya, kelak akan lebih mudah diajari.

BACA JUGA :  Euphemisme Konsep Zakat dan Sustainable Human Development

Seperti yang terdapat dalam hadist berikut ini, “Suruhlah anak-anakmu shalat ketika berumur tujuh tahun, pukullah mereka jika meninggalkannya setelah berumur sepuluh tahun dan pisahkan tempat tidurnya“. (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

Mengajarkan Tauhid menurut Islam sebenarnya sudah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, melalui adzan dari sang ayah ataupun kakeknya. “Dari Abu Dawud dan Tarmidzi Aku telah melihat Rasullah SAW mengazankan Al-Hasan bin Ali pada telinganya saat dilahirkan oleh Fatimah dengan azan seperti azan shalat”. (HR. Tirmidzi).

Mengajarkan Puasa  sebagai orang tua wajib untuk mengajak anak untuk mengenal puasa sejak dini, pada saat umur 6 tahun anak mulai diajarkan untuk bagub sahur. Tanamkan pada anak segala manfaat dan berkah dari berpuasa. Ketika anak anda sudah terbiasa untuk berpuasa maka akan lebih mudah baginya untuk berpuasa Ramadhan penuh tanpa setengah hari lagi.

Membacakan Kisah Para Nabi, sempatkanlah waktu anda untuk membacakan kisah para Nabi dan juga yang lainnya. Hal ini supaya anak dapat belajar menjadi pribadi yang baik dan mampu menerapkan ajaran Islam sesuai syariat.

Membiasakan Ucapan Salam menurut Islam berikutnya dengan membiasakan anak untuk mengucapkan salam yaitu “Assalamu’alaikum” merupakan kalimat doa sekaligus bentuk dari sopan dan santun pada orang lain. Mengajarkan anak untuk terbiasa mengucapkan salam pada setiap orang dan ketika berkunjung.

Ajarkan Anak Berkata Jujur dan Menepati Janji adalah sikap yaong harus diterapkan pada anak dan jika sikap itu terus ditanamkan pada anak maka sikap anak sampai dewasa akan menjadi pribadi yang baik dunia dan akhirat. Mengajarkan Anak Sedekah dan Berbagi. Islam mengajarkan untuk banyak berbagi, baik dengan orang yang mampu maupun tidak. Rasulullah mengajarkan hal ini berkali-kali, layaknya Utsman bin ‘Affan yang kekayaannya masih terjaga hingga kini, dan diteruskan oleh para keturunannya.

BACA JUGA :  Menajemen Bayaran Premi Asuransi Di Era Pandemi Covid-19

Terapkan Menjaga Kebersihan. Menerapkan kebersihan dan mengajarkan kepada anak merupakan hal yang baik dan sangat disukai oleh Allah SWT. Seperti hadis dari  HR. Muslim no.91, yaitu “Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan (termasuk kebersihan dan kerapihan”.

Memberikan Kasih Sayang kepada anak dari dalam kandungan hingga dewasa merupakan bentuk mendidik anak menurut Islam. Kasih sayang dalam bentuk kata-kata, perbuatan, dan juga tanggung jawab.

Mengajarkan Anak Menutup Aurat, menutup aurat sejak dini supaya mengenal siapa saja yang bukan mahramnya, serta tanamkan manfaat menutup aurat. Aurat perempuan mulai dari kepala sampai kaki dan yang tidak termasuk aurat perempuan adalah kedua telapak tangan. Aurat laki-laki dimulai dari pinggang sampai lutut.

Kesimpulan yang bisa kita ambil dari artikel ini adalah didikla anak dengan ajaran islam yang sudah diterapkan. Orang tua mempunyai peran yang sangat penting dalam membentuk moral dan juga kepribadian anak, yaitu melalui didikan orang tua yang dipraktikkan melalui sikap perbuatan atau teladan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua dan bisa digunakan pada anak didik. ** msj

 

** Penulis adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PIAUD) UINSu, peserta KKN-DR Kelompok 119

990 total views, 6 views today

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *