Dekan FDK UINSU Lepas Pengabdian Masyarakat ke Desa Minoritas Muslim  

Sebanyak 31 mahasiswqa Prodi Manajemen Dakwah FDK UINSU berfoto bersama sebelum dilepas bnerangkat me nuju lokasi desa pengabdian masyarakat di Kabupaten Tobas.
Sebanyak 31 mahasiswqa Prodi Manajemen Dakwah FDK UINSU berfoto bersama sebelum dilepas berangkat menuju lokasi desa pengabdian masyarakat di Kabupaten Toba. (msj)

Asaberita.com – Medan – Dekan Fakultas Dakwah Dan Komunikasi (FDK) UIN Sumatera Utara Prof Dr Hasan Sazali MAg diwakili Wakil Dekan III Dr Anang Anas Azhar MA, melepas 31 mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah (MD) FDK UINSU, melaksanakan pengabdian masyarakat di kawasan minoritas muslim, Kabupaten Toba, Propinsi Sumatera Utara, Senin (08/07/2024).

Ikut mendampingi pelepasan mahasiswa itu, Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Prodi MD FDK Tri Fia Akmala, Uli Susanti Sri Awan M.Sos (staf WD III), Azzura Zahra Salsabila (staf Kalab FDK), Ketua Panitia Pengabdian Masyarakat Nuriansyah Habibi dan 31 mahasiswa yang berangkat menuju lokasi desa pengabdian.

Bacaan Lainnya

Wakil Dekan III FDK Dr Anang Anas Azhar MA dalam sambutan pelepasannya mengatakan, pengabdian masyarakat di lokasi minoritas muslim memiliki banyak manfaat, baik bagi masyarakat yang dilayani maupun bagi individu dan kelompok yang terlibat dalam kegiatan.

BACA JUGA :  Tokoh Muda Deliserdang Erwin Ramadani Tawarkan Konsep Bangun SDM pada Pemerintah Desa

Manfaat bagi masyarakat, kata dia, terkait peningkatan kualitas hidup. Program pengabdian masyarakat sering kali berfokus pada peningkatan kualitas hidup melalui pendidikan, layanan kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.

“Fakultas kita sangat mengharapkan melalui pengabdian masyarakat ini, mahasiswa mampu memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Di sinilah saatnya, mahasiswa melihat alam nyata di tengah-tengah masyarakat. Ilmu yang kita dapatkan di lokal, harus kita realisasikan di masyarakat yang heterogen,” katanya.

Lebih lanjut Anang menyebutkan, manfaat pengabdian masyarakat ke minoritas muslim terkait dengan hubungan antara komunitas. Salah satunya, memperkuat toleransi dan pemahaman antar agama. Interaksi antara komunitas muslim dan non-muslim dalam konteks pengabdian masyarakat dapat memperkuat toleransi dan pemahaman antar agama, mengurangi stereotip dan prasangka yang jelek antara kedua penganut agama.

“UINSU memegang prinsip nilai-nilai moderasi beragama. Saya meminta kepada adik-adik yang turun ke Toba, memberikan pelayanan yang terbaik untuk mengaplikasikan pemahaman moderasi beragama bagi masyarakat di lokasi pengabdian,” katanya.

Di akhir sambutannya, Anang menitipkan pesan kepada seluruh peserta yang ikut pengabdian masyarakat agar menjaga nama baik almamater. “Saat ini adik-adik berada di UINSU, khususnya di FDK. Sebentar lagi Anda di luar kampus ini, saya meminta nama baik UINSU jangan dicoreng, jika sampai tercoreng semua kita akan buruk dipandang masyarakat,” katanya.

BACA JUGA :  BKNDI Sumut Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintah Untuk Pembangunan Desa Berkelanjutan

Ketua panitia pengabdian masyarakat, Nuriansyah Habibi mengatakan, jumlah  mahasiswa yang ikut dalam pengabdian masyarakat ke desa minoritas muslim ini sebanyak 31 mahasiswa dari Prodi MD A.

“Hari ini (Senin—red), kami berangkat menunju lokasi di Kecamatan Balige, Kabupaten Toba. Doakan kami agar lancar sampai ke tujuan,” ucap Habibi.

Dia menyebutkan ada dua desa yang menjadi tujuan pengabdian masyarakat mahasiswa FDK UINSU ini. Yakni Desa Sariburaja Janji Maria dan Desa Lumba Atas Tampubolon, di Kecamatan Balige. Pelaksanaan pengabdian masyarakaty dimulai sejak tanggal 9-16 Juli 2024 mendatang. ** msj

 

Loading

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *