GDKK Dukung Tindakan Tegas Polri Untuk Ciptakan Keamanan dan Kondusifitas

GDKK
Ketua DPP Gerakan Dakwah Kerukunan dan Kebangsaan (GDKK), Salahuddin Harahap.

Asaberita.com – Medan – Ketua DPP Gerakan Dakwah Kerukunan dan Kebangsaan (GDKK), Salahuddin Harahap, menyatakan mendukung dan mengapresiasi tindakan tegas dan terukur yang dilakukan aparat Polri dalam kasus penembakan 6 oknum FPI pendukung HRS beberapa waktu lalu.

“Apa yang dilakukan Polri itu kami nilai wajar dan telah sesuai SOP kepolisian sebagai upaya pembelaan diri dari penyerangan dan dalam rangka pelaksanaan tugas penegakan hukum di Negara Republik Indonesia,” kata Salahuddin, Selasa (8/12), di kantor Sekretariat GDKK Komplek MMTC Blok A No. 33 A Medan.

Tindakan Polri dalam penembakan yang menyebabkan kematian 6 orang oknum FPI pada 7 Desember 2020 pukul 00.30 Wib di Jalan Tol Cikampek, menurut Salahuddin, tidak boleh dilihat sebagai penyerangan polisi terhadap rakyat. Sebab, faktanya oknum FPI yang menjadi korban tersebutlah yang justru menyerang polisi terlebih dahulu.

BACA JUGA :  Jalani Isolasi Mandiri, Ketua Komisi VIII Positif Covid-19

“DPP GDKK mengapresiasi dan mendukung penuh setiap tindakan polisi yang bertujuan penegakan kondusifitas, keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk dalam peristiwa ini, sepanjang memang sesuai dengan SOP yang ditetapkan undang-undang. Sebab ini memang domain dan tanggungjawab polisi,” demikian penjelasan Salahuddin.

Polisi, imbuhnya, sudah beberapa kali kecolongan dalam menindak pelanggaran HRS dan FPI, termasuk pengabaian proses hukum, pelanggaran protokoler Covid dan seterusnya. Karena itu, tindakan yang diambil secara tegas oleh polisi dalam peristiwa penembakan pendukung HRS yang akan menyerang aparat polisi, haruslah dipahami sebagai pembelaan diri aparat.

“Kita yakin bahwa para penegak hukum akan berlaku secara objektif dan profesional dalam penyelesaian kasus ini, dan karena itu kita percayakan saja kepada mereka,” ujar Salahuddin.

BACA JUGA :  Ini Substansi Laporan Paling Banyak Diadukan ke Ombudsman

Lebih jauh, Salahuddin berharap, peristiwa penembakan ini jangan sampai dipolitisir yang kemudian melahirkan kontraversi, kegaduhan apalagi sampai melahirkan konflik di tengah-tengah masyarakat. Sebab, hal itu dapat berujung kepada pemosisian umat Islam sebagai berhadap-hadapan dengan polisi, saling berhadap-hadapan.

Ketua DPP GDKK ini menghimbau agar masyarakat terutama umat Islam, tidak terpancing dengan isu-isu yang ditumpangkan kepada peristiwa ini.

“Mari kita menjaga kondusifitas, tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada penegak hukum”, ujar Salahuddin Harahap.

561 total views, 9 views today

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *