MEDAN — Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum bagi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) untuk meneguhkan semangat nasionalisme di kalangan generasi muda. Dalam wisuda hari kedua Periode II Tahun 2026, Rabu (28/10/2026), Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan mengajak para lulusan menjaga persatuan, menolak provokasi, dan menebarkan kebaikan di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Sonny saat memberikan kuliah umum sebagai tamu kehormatan pada prosesi wisuda yang berlangsung di Selecta, Jalan Listrik Medan. Pada hari kedua ini, sebanyak 905 lulusan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Agama Islam, serta Fakultas Hukum mengikuti wisuda hari kedua tersebut.
Di hadapan wisudawan, orang tua, dan sivitas akademika UMSU, Sonny menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda tidak cukup diperingati melalui seremoni, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata, terutama dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya memecah belah bangsa. Menurutnya, Sumatera Utara merupakan miniatur Indonesia yang dihuni masyarakat dari beragam suku, ras, dan agama sehingga persatuan harus senantiasa dijaga.
“Jangan sampai kita dipecah belah, kita diprovokasi, negara kita ini terjadi perpecahan, karena Sumatera Utara ini adalah miniatur Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, ras, dan agama,” ujarnya.
Sonny juga menekankan pentingnya membangun kedekatan antara kepolisian dan masyarakat. Menurutnya, keamanan dan ketertiban tidak dapat diwujudkan hanya melalui tindakan aparat, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
“Polisi harus bersama masyarakat. Pusat kekuatan atau central of gravity kepolisian berada di tengah-tengah masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan, sejak menjabat sebagai Kapolda Sumut, dirinya berupaya memperkuat komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat, mulai dari tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, sekolah, hingga perguruan tinggi.
“Saya sengaja turun langsung ke masyarakat, mengunjungi sekolah-sekolah, dan mendatangi kampus-kampus. Kampus pertama yang saya kunjungi adalah UMSU,” ungkapnya.
Kepada para lulusan, Sonny juga berpesan agar menjauhi narkoba, menolak kejahatan jalanan, dan turut menjaga ketertiban berlalu lintas. Ia menilai pencegahan berbagai persoalan sosial harus dimulai dari kesadaran pribadi dan diperkuat oleh dukungan keluarga, masyarakat, serta institusi pendidikan.
Ia berharap keberhasilan meraih gelar akademik tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi, tetapi menjadi bekal untuk memberikan manfaat yang lebih luas.
“Kepada wisudawan di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, selamat atas wisuda hari ini. Semoga keberhasilan dan kesuksesan dalam meraih gelar sarjana ini membawa kebaikan dan keberkahan bagi para wisudawan dan bagi bangsa Indonesia. Torehkan hal-hal yang baik, tebarkan nilai kebaikan di mana pun kita semua berdinas dan bekerja,” tuturnya.
Sementara itu, Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd., mengingatkan para lulusan agar menjadikan patriotisme, kegigihan, dan empati sebagai karakter utama dalam menjalani kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.
Menurutnya, patriotisme harus diwujudkan melalui kecintaan terhadap tanah air dan kontribusi bagi kemajuan bangsa. Kegigihan diperlukan untuk menghadapi tantangan, sedangkan empati menjadi landasan untuk membangun kepedulian terhadap sesama.
“Semangat mencintai tanah air, rela berkorban, dan pantang menyerah, serta memiliki kepedulian terhadap sesama merupakan hal penting untuk Indonesia Emas 2045. Hari ini, kami dan para lulusan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara berkomitmen untuk bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik pada masa mendatang,” ujarnya.
Akrim menegaskan, pendidikan tinggi harus diikuti tanggung jawab untuk mengamalkan ilmu pengetahuan, menjaga integritas, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Gelar akademik, katanya, bukan semata-mata simbol keberhasilan, melainkan amanah yang harus dibuktikan melalui karya dan pengabdian.
“Jangan hanya bangga dengan gelar yang saudara sandang, tetapi banggalah karena saudara telah memberikan kebahagiaan kepada orang tua dan keluarga,” pesannya.
Mengutip pemikiran Nelson Mandela, Akrim juga mengingatkan pentingnya pendidikan sebagai kekuatan untuk membawa perubahan.
“Pendidikan adalah kekuatan paling besar yang dapat kita gunakan untuk mengubah dunia,” katanya.
Apresiasi terhadap perkembangan UMSU turut disampaikan Wakil Koordinator Kopertais Wilayah IX Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Abdullah, M.Si. Ia menilai berbagai capaian yang diraih UMSU menjadi modal penting untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan menghasilkan sumber daya manusia yang unggul.
Abdullah berharap ilmu yang diperoleh para lulusan tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga dapat diamalkan untuk mendorong kemajuan masyarakat, bangsa, dan negara.
Ia juga mengingatkan para lulusan agar terus meningkatkan kompetensi dan mempersiapkan diri menghadapi dinamika dunia kerja yang semakin menuntut kemampuan serta daya saing.
Pada wisuda hari kedua tersebut, turut diwisuda Bupati Serdang Bedagai H. Dharma Wijaya, S.E., dari Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, Fakultas Agama Islam, serta Ketua Komisi A DPRD Padang Lawas dari Fraksi Demokrat, Achyar Hidayat Hasibuan, S.H., lulusan Fakultas Hukum. (ABN/dan)
























