Bekali Keahlian Pemuda, KIRAB Medan Adakan Pelatihan TTG Bidang Barbeshop

KIRAB
Ketua KIRAB Kota Medan, Hamdan Simbolon, menyerahkan plakat kepada pejabat Disnaker Medan usai pembukaan kegiatan pelatihan penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) dibidang barbershop bagi 20 pemuda di Sufi’s Cafe lantai 2, Kompleks MMTC Medan, Selasa (29/12).

Asaberita.com, Medan – Trend pangkas ala barbershop telah menjadi sebuah kebutuhan tersendiri bagi seluruh kalangan, dimana dengan trend dan tekhnologi akan model dan style rambut yang serba milinial membuat berbagai kalangan berlomba-lomba menempatkan orang-orang terbaiknya untuk dipekerjakan sebagai tenaga ahli di barbershop.

Berangkat dari hal tersebut, Komite Integritas Anak Bangsa (KIRAB) Kota Medan, menyelenggarakan kegiatan pelatihan penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) dibidang barbershop bagi 20 pemuda di Sufi’s Cafe lantai 2, Kompleks MMTC Medan, Selasa (29/12).

Ketua Komite Integritas Anak Bangsa, Hamdan Simbolon menyatakan, kegiatan yang diadakan selama 3 hari (29 – 31 Desember), kerjasama dengan Kementerian Ketenagakerjaan ini, diadakan untuk melatih para pemuda korban PHK dampak Covid-19 maupun pemuda yang masih menganggur lainnya agar memiliki skill dibidang barbershop, sehingga mereka bisa mandiri dan mampu berwirausaha dengan membuka usaha barbershop.

“Kita merespon pergerakan zaman dan melalui pelatihan ini kita bekali para pemuda dengan keahlian dibidang barbershop. Sebab, dalam pelatihan yang diadakan selama tiga hari ini, peserta tidak hanya dibekali teori tetapi juga praktek yang dipandu ahli barbershop,” kata Hamdan.

BACA JUGA :  Rektor UINSU Apresiasi Kabaharkam Mabes Polri

Sementara, pejabat Dinas Tenaga Kerja Kota Medan, Gaharuman Harahap, dalam sambutannya sebelum membuka acara pelatihan mengatakan, bahwa di era sekarang ini para pemuda harus memiliki keahlian atau skill dan mampu untuk menciptakan peluang kerja untuk dirinya sendiri dan orang lain.

“Kita jangan berharap agar bisa bekerja sebagai pegawai negeri, pegawai swasta atau bahkan sebagai pekerja pabrik. Kita harus mampu menciptakan peluang kerja sendiri, berwirausaha dan membuka barbershop salah satunya,” kata Gaharuman.

Ia mengatakan, seorang pegawai baik negeri maupun swasta apalagi seorang pekerja pabrik, penghasilannya sangat terbatas, penghasilan tetap segitu-segitu saja. Tetapi, seorang wirausahawan atau pengusaha, penghasilannya tidak terbatas dan akan cepat untuk bisa kaya, tergantung dirinya sendiri.

BACA JUGA :  IKA UINSU Kembangkan Jejaring Luar Negeri, Rektor Dukung 6 Harga Mati Program Unggulan Alumni

“Seorang wirausahawan dia adalah bos sekaligus manager dan juga merangkap sebagai pekerja pada usahanya. Orang banyak bisa cepat kaya dengan berwirausaha, karena penghasilannya tidak terbatas,” sebut Gaharuman.

Karena itu, ia berpesan kepada peserta pelatihan untuk mengikuti secara sungguh-sungguh materi dan praktek dalam pelatihan ini, agar peserta memiliki pengetahuan dan skill bila nantinya membuka usaha barbershop.

Dalam pelatihan hari pertama, juga dihadirkan pemateri ahli barbershop, yakni Aditya Fernanda dan Ari Juanda. Selain membawakan materi tentang kewirausahaan dan seputar dunia barbershop, keduanya juga memberikan pelatihan praktik cara memangkas rambut ala barbershop.

690 total views, 6 views today

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *