Menjadi Penulis Artikel Yang Sukses

Anang Anas Azhar. (foto/msj)

Oleh : Anang Anas Azhar

 

SERINGKALI kita merasa jenuh, ketika karya kita yang ditulis dalam bentuk artikel/opini tidak tembus di media massa, apakah di surat kabar cetak atau media online. Redaksi rada-rada malu menerbitkan tulisan Anda. Mengapa demikian? Tulisan singkat ini setidaknya membantu kita melihat secara detail langkah-langkah praktis menulis artikel agar tembus di media massa.

Tak salah jika saya menguraikan tips menembus media massa. Tips apa saja itu. Sebelum kita mulai ada baiknya ide-ide yang muncul cemerlang, tema-tema yang mengharukan, gaya penulisan yang sederhana, kata-katanya terus mengalir yang senantiasa menarik untuk dibaca.

Langkah jitu menulis artikel, Pertama, Anda langsung menuliskannya dalam bentuk kalimat demi kalimat. Bagaimana untuk memulai menulis kalimat itu? Memulai sebuah kalimat, harus menguasai bahan yang akan kita tulis, syarat lainnya harus terpikir dahulu, tema apa yang akan kita tulis dalam artikel tersebut. Bila masalah yang akan ditulis menjadi artikel sudah ada dalam pikiran kita, maka mulailah menyusun kata-kata yang teratur, sistematis dan mudah dipahami.

Kedua, dalam menyusun kalimat pertama, upayakan kalimat yang hidup yang mengundang ketertarikan pembaca saat membaca tulisan kita. Perlu diperhatikan bahwa kalimat pertama harus ada hubungannya dengan kalimat kedua. Begitu juga selanjutnya. Langkah ini harus diperhatikan karena kata dan kalimat selanjutnya akan berkaitan dengan paragraf selanjutnya.

Ketiga, menulis sebuah kata dalam kalimat, sebaiknya tidak terlalu panjang, apalagi bertele-tele. Perlu dicata, kata-katanya harus sesuai dengan tujuan kalimat. Kalimat itu tidak perlu panjang-panjang, agar mudah dimengerti pembaca. Saya mengingatkana, kalimat panjang bukan berarti tidak boleh, tetapi harus mudah dimengerti dan tidak bertele-tele.

BACA JUGA :  Bung Karno: Mujtahid Islam Abad 20 “Relasi Islam Dan Pancasila”

Fakta yang sering terjadi, di benak pikiran kita muatan bahan sudah ada. Tetapi, kenapa Anda sulit mewujudkannya dalam tulisan? Perlu disadari bahwa jam terbang Anda masih kurang dalam menulis. Makin banyak Anda menulis, maka semakin tajamlah tulisan Anda. Langkah memulai menulis artikel di media massa ini, intinya kita harus segera mempraktekkannya. Menjalankan praktek, menurut Roesli Lahani Yunus (2002), seorang (calon) penulis harus punya bermacam-macam kemampuan.

Keempat, penulis harus banyak menguasai perbendaharaan kata-kata. EYD harus dikuasai sebelumnya agar mempermudah redaksi mengedit tulisan Anda. Kalau susunan redaksi dalam kalimat itu sudah baik, maka secara otomatis tulisan artikel Anda menjadi pertimbanan untuk dimuat. Yang terpenting lagi, penulis harus rajin dan tekun membaca. Kemudian harus rajin menulis atau melatih diri untuk berbagai tulisan artikel.

Kelima, harus rajin mempraktekkan diri dengan menulis berbagai macam bentuk tulisan, artikel politik, ekonomi, sosial, agama dan budaya. Semuanya itu, tentu bukan hanya untuk sekali atau sehari saja, tetapi setiap hari. Di sinilah gunanya latihan. Latihan berarti mempermahir seorang calon penulis artikel untuk menyusun kata-kata menjadi kalimat yang indah dan enak dibaca oleh siapa saja, hingga pembaca mengerti dari isi artikel yang kita tulis.

Setelah lima poin penting di atas kita jalankan, maka sangat perlu modal untuk menekuninya. Modal dimaksud bukan uang. Tetapi kemauan. Kemauan merupakan modal utama bagi seseorang untuk menggerakan dirinya mencapai sesuatu. Bahkan bukan sekadar kemauan, melainkan harus berupa ambisi. Kemauan atau ambisi untuk dapat menulis akan menimbulkan semangat, keuletan, dan mendorong seseorang melakukan apa saja yang memungkinkannya mencapai kemampuan menulis.

BACA JUGA :  Tiga Harga Mati dan Transformasi UINSU Menuju WCU, Menyongsong Raker Pimpinan UINSU 2020

Selanjutnhya, motivasi menulis. Point motivasi erat kaitannya dengan kemauan. Bahkan, motivasi inilah yang dapat memunculkan kemauan untuk (dapat) menulis. Karena, motivasi adalah niat. Maka niat yang terbaik dalam menulis, tentu dengan tujuan menambah wawasan dan memberikan pencerahan kepada pembaca.

Ada modal yang perlu kita jalankan yakni kemampuan. Setelah ada kemauan dan motivasi, tentunya harus ada kemampuan. Kemauan menulis tanpa kemampuan untuk melakukannya tidak akan menghasilkan. Begitu pula sebaliknya, jika kemampuan tidak disertai kemauan tidak ada karya.

Kemampuan menulis ini menyangkut persoalan bakat. Bakat tidak akan berkembang atau dapat dioptimalkan tanpa latihan. Dengan demikian, bakat dan latihan merupakan dua hal utama untuk mencapai kemampuan prima. Kendatipun begitu, jika tidak ada bakat, latihan yang keras dan terus menerus akan mendatangkan kemampuan.

Di bagian akhir tulisan ini, agar jitu menulis artikel itu terencana dengan baik, rajin-rajinlah melakukan pola menggali ide setiap saat, mengumpulkan bahan atau referensi berupa surat kabar, buku atau melihat di lapangan. Kemudian, barulah selanjutnya segera kita mengikatnya dengan memulai menulis artikel. Oke silakan mencoba dan selamat mencoba. ** msj

 

** Penulis adalah wartawan senior, Pemimpin Redaksi Lensakini.com dan Pengajar Komunikasi Politik Prodi Ilmu Komunikasi FIS UINSU **

1,740 total views, 6 views today

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *