AsaBerita Nusantara — Dugaan penyelewengan anggaran proyek rehabilitasi irigasi di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, resmi bergulir ke jalur hukum. Laporan masyarakat terkait dugaan korupsi pengerjaan fisik bangunan tersebut diserahkan ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut), Rabu (21/10/2026).
Laporan resmi itu dilayangkan oleh Iskandar Muda Harahap, seorang aktivis yang juga warga Panai Hilir. Pengaduan ditujukan langsung kepada Kepala Kejati Sumut terkait proyek di lingkungan Satuan Kerja SNVT Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Sumatera II.
Adapun pengerjaan yang disoal adalah Proyek Rehabilitasi Bangunan dan Pintu Air Irigasi Daerah Irigasi (DIR) Panai Hilir yang berlokasi di Desa Sei Baru dan Desa Sei Tawar, Kabupaten Labuhanbatu, Tahun Anggaran 2025.
Iskandar menyebut, langkah hukum ini ia tempuh usai melakukan penelusuran dan pengecekan langsung di lokasi proyek. Dari hasil pengamatannya, ditemukan indikasi kuat bahwa pengerjaan fisik tak sesuai dengan spesifikasi teknis (bestek) sehingga berpotensi memicu kerugian negara.
“Berdasarkan pantauan di lapangan, indikasi penyimpangan terlihat jelas dari kondisi fisik bangunan. Dinding tembok dan struktur bangunan mengalami keretakan dini, padahal pengerjaan proyek tersebut belum lama diselesaikan,” kata Iskandar dalam keterangannya, Rabu.
Atas temuan ini, Iskandar mendesak Kejati Sumut agar bertindak cepat dan transparan. Penyidik diminta mengusut tuntas siapa saja pihak yang bertanggung jawab atas dugaan penyimpangan pengerjaan proyek fisik tersebut.
Hingga berita ini dimuat, pihak Satker SNVT PJPA Sumatera II maupun kontraktor pelaksana proyek belum memberikan tanggapan atau konfirmasi terkait laporan tersebut.
Berikut beberapa fakta dan dampak potensial terkait pengerjaan proyek irigasi Panai Hilir ini:
-
Sektor Vital Petani: Irigasi Panai Hilir mengaliri ratusan hektar lahan pertanian sawah warga di Desa Sei Baru dan Desa Sei Tawar.
-
Risiko Kebocoran dan Kerusakan: Struktur bangunan yang mengalami keretakan dini berisiko membuat tanggul cepat jebol saat debit air meningkat.
-
Ancaman Gagal Panen: Jika pintu air tak berfungsi optimal, petani terancam mengalami kekeringan saat musim kemarau atau kebanjiran saat musim hujan.
-
Pengawasan Anggaran: Publik meminta aparat penegak hukum bersikap tegas mengusut anggaran proyek fisik guna mencegah inefisiensi uang negara.

























